arsenal-vs-swansea

Arsenal Tempel Ketat Chelsea

Babak ke-8 Liga Inggris semakin seru dan persaingan di papan atas klasemen semakin ketat. Hasil pertandingan Premier League pekan ini Arsenal berhasil menempel ketat pemuncak klasemen sementara, Manchester City, setelah mengalahkan Swansea dengan skor 3-2.

Bermain di stadion kebanggaan, Emirates Stadium, pasukan the gunners berhasil menghancurkan tamunya dengan usaha keras sepanjang 90 menit. Kemenangan ini praktis membuat anak asuh Arsene Wenger menempel ketat Man City yang bermain imbang melawan Everton.

Arsenal saat ini memiliki poin sama dengan pucuk klasemen yaitu 19 poin dengan 8 kali laga. Mesut Ozil dan kawan-kawan tidak serta merta mendapatkan kemenangan ini dengan mudah, meskipun bermain di kandang sendiri, mereka harus berusaha keras agar bisa membobol gawang Swansea.

Terjadinya Gol

theo-walcot

Dukungan penuh dari para pendukungnya mampu membuat permainan Ozil cs menjadi sangat baik. Lini tengah menjadi begitu mobile mampu bergerak dengan leluasa dan mengontrol jalannya pertandingan. Sukses menjaga penguasaan bola menjadi inti kemenangan pasukan meriam London itu.

Berhasil membuka gol pada babak pertama membuat gemuruh penonton di Emirates tampak riuh sekali. Pemain yang berhasil merubah papan skor pada babak pertama adalah Theo Walcot, pada menit ke-26. Berhasil memanfaatkan pemain bertahan tim tamu yang gagal dalam menjaga bola di depan gawang sendiri, mampu di serobot oleh pemain berusia 27 tahun itu.

Permainan cepat, kombinasi satu dua sentuhan yang di selingi oleh operan-operan melebar kepada sisi sayap mereka sukses merepotkan pasukan Swansea. Gaya permainan tersebut ternyata benar-benar mematikan buat tim tamu pada hari itu. Terbukti, lagi-lagi Walcot mampu menciptakan gol pada menit ke-33.

Dua gol pasukan meriam London yang di cetak oleh pemain timnas Inggris itu memberikan tim tamu kehilangan arah permainannya. Ozil sukses mengkudeta lini tengah, tidak jarang ia memberikan umpan cantik yang akurat kepada kedua pemain sayap. Terlalu asik menyerang nampaknya meninggalkan lubang pada lini pertahanan anak asuh Arsene Wanger.

Swansea mampu memberikan kejutan pada menit ke-38. Pemain yang mampu merubah skor menjadi 2-1 itu adalah Gylfi Sigurdsson. Pemain berusia 27 tahun dan menempati posisi gelandang itu memanfaatkan kesalah pemain bertahan tuan rumah. Dengan mudahnya ia melepaskan tendangan terukur dan tidak mampu di halau oleh Petr Cech.

Babak 2 Laga Menjadi Lebih Seru!

arsenal

Babak pertama berakhir dengan skor sementara 2-1 untuk keunggulan the gunners. Memasuki babak ke-2 jalannya pertangan menjadi lebih seru dan ketat. Serangan silih berganti, meskipun tim tamu lebih memanfaatkan serangan balik cepat tapi mampu beberapa kali menyusahkan barisan pertahanan the gunners.

Seperti jalannya pada babak pertama, Aresenal masih dengan nyaman menguasai jalannya pertandingan. Lini tengah benar-benar menjadi milik pasukan Wanger pada hari itu. Sekali lagi, para pemain meriam London itu tidak mudah dalam membongkar pertahanan tim tamu. Beberapa kali peluang terciptanya gol mampu di halau oleh para pemain bertahan.

Barulah, memasuki menit ke-57, Mesut Ozil menciptakan sebuah gol cantik melalui tendangan voli keras berhasil merobek jala gawan Swansea yang di jaga oleh Lukasz Fabianski. Tendangannya sangat keras dan berada tepat di depan mulut gawang, tanpa ampun tendangan bak roket itu meluncur keras masuk kedalam gawang.

Arsenal unggul sementara 3-1 atas tim tamunya itu. Berselang kurang lebih 10 ment, Alexis Sanches dan kawan-kawan harus menerima gawang mereka kebobolan ketika asik menyerang. Borja Baston menjadi pemain yang berhasil memperkecil kekalahan timnya menjadi 3-2. Pada menit ke-66 ia dengan mudahnya mengelabuhi Petr Cech. Ketidak siapan para pemain belakang Arsenal membuat sag kiper harus rela memungut bolanya. Sampai pluit di bunyikan, skor kemanangan untuk tuan rumah berhasil di dapat.

Juara Bertahan Leicester Di Tahan Imbang Southampton

Pantaskah Leicester City menyandang predikat sebagai juara bertahan Liga Inggris musim lalu? Pasalnya, klub yang sempat fenomenal itu hanya bisa bermain tanpa gol saat menjamu Southampton di kandang sendiri. Bermain di King Power Stadium dan di dukung penuh oleh pendukungnya, justru membuat pasukan The Foxes melempem.

Leicester tim kemarin sore yang baru besar namanya ketika di tangani oleh pelatih Claudio Ranieri, sempat memberikan kejutan terhadap tim-tim besar di Liga Inggris dengan meraih juara kompetisi paling bergengsi di negeri Elizabeth itu. Banyak masyarakat di seluruh dunia yang mempertanyakan kekuatan klub tersebut ketika hanya bermain imbang tanpa ada gol sebijupun.

Melawan Southampton, seharusnya the foxes bisa menunjukkan kemampuannya sebagai penyandang gelar juara bertahan. Skor imbang ini tentu saja banyak merugikan klub yang dilatih oleh Ranieri itu. Posisinya melorot ke peringkat 12 klasemen sementara Premier League. “ini adalah hari yang kurang bagus bagi kami. Kemenangan gagal kami peroleh, tapi itulah sepakbola tidak bisa di tebak dengan mudah,” penjelasan dari sang pelatih sesaat timnya gagal menang.

Penyerang andalan mereka, Jamie Vardy seperti melempem saat menjamu pasukan Claude Puel. Beberapa kali penyerang yang masuk tim nasional Inggris itu selalu gagal mengerjakan tugas sebagai pembobol jala lawan. Pergerakannya selalu di hempaskan dengan sangat mudah oleh para pemain bertahan dari Southampton yang di komandoi oleh Jose Fonte.

Disiplinnya Fonte bersama tiga pemain belakang lainnya dalam menjaga pertahanan membuat para gelandang dan penyerang the foxes terlihat cukup frustasi. Kehebatan Claude Puel dalam menerapkan strategi bertahan pantas mendapatkan pujian. Mereka menggunakan pola bertahan namun tidak secara penuh dalam menggalang pertahanan.

Sesekali serangan balik yang dimulai dari kaki gelandang serang mereka yaitu Dusan Tadic. Lalu umpan-umpan matang ke arah sayap yang melebar seringkali membuat pasukan Ranieri kehilangan konsentrasi. Kejutan-kejutan dari serangan balik cepat melalui dua sayap Southampton ini sukses memberikan tekanan yang merepotkan.

Hasil Buruk Bagi Juara Bertahan

leicester-city

Leicester kepada media menyampaikan kekecewaannya karena mendapatkan poin penuh pada laga kontra Southampton. Bahkan bermain di kandang sendiri mereka kalah dalam penguasaan bola. “Saya cukup kecewa dalam laga kali ini. Kami bermain sangat buruk dan mereka bermain dengan cukup disiplin dalam menjaga pertahanan. Hari ini tim benar-benar frustasi,” ungkap Ranieri.

Kehebatan dan ketajaman para pemain the foxes tampak sirna pada musim ini. Mereka begitu tangguh pada musim lalu dengan mengandalkan permainan cepat dan penyelesaian yang bagus untuk mencetak gol. Berada di posisi ke-12 di klasemen merupakan awal yang buruk bagi Vardy dan kawan-kawan.

“Saat ini kami merasa lelah dan rasanya cukup sulit untuk bisa kembali ke performa musim lalu. Posisi lima besar semakin jauh dari harapan kami tapi masih banyak laga yang harus dijalani dan itu masih cukup untuk mencapai posisi target kami,” tandas Vardy kepada media lokal Inggris.

Southampton Tim Stabil

southampton

Meskipun menyandang predikat sebagai tim papan tengah, statistik Southampton dalam setiap laganya selalu stabil. Memiliki pemain dengan kualitas standar tapi mampu untuk selalu bertahan di kompetis paling bergengsi di Inggris itu, bahkan berhasil menahan imbang sang juara bertahan.

Kesuksesan Southampton dalam laga melawan Leicester City, tidak lepas dari peran seorang pelatih yang mampu memberikan taktik sempurna pada saat pertandingan. Claude Puel adalah sosok yang bisa dibilang sebagai pahlawan dalam tim. Vardy cs berhasil dibuatnya frustasi karena begitu disiplinnya pertahanan yang dirancangnya.

“Ini bukanlah sebuah tim besar jika kalian membandingkannya dengan Manchester United, Chelsea atau Liverpool. Tapi kami bisa membuat tim besar merasa putus asa dalam bertanding melawan tim kecil yang saya tangani saat ini,” jelas Claude Puel.

jose-mourinho

Gagal Menang Dari Stoke City, Mourinho Tetap Puji Setan Merah

Manchester United merupakan salah satu tim papan atas yang berada di Liga Inggris. Di latih oleh seorang pelatih yang memiliki reputasi sangat bagus yaitu Jose Mourinho. Memiliki julukan sebagai Special One, setiap tim yang di tanganinya selalu saja meraih prestasi bagus bahkan menjadi juara Eropa. Bersama setan merah, ia sedang berusaha mengangkat mental para punggawa tim tersebut, tapi nampaknya dewi fortuna masih belum berpihak kepada mereka.

Beban dan tanggung jawab yang cukup berat dipikul oleh Mourinho untuk bisa mengangkat derajat MU ke panggung juara. Manchester United harus menerima kenyataan pahit setelah mengalami kegagalan dalam meraup poin penuh ketika laga melawan Stoke City, beberapa hari yang lalu.

“Terkadang sepakbola membutuhkan keberuntungan untuk meraih kemenangan dan saat ini saya belum mendapatkan keberuntungan itu” Ungkap Jose Mourinho. Sebenarnya united bermain sangat bagus melawan Stoke City, bahkan hampir saja meraih angka penuh dalam laga tersebut.

Pemain pengganti Antony Martial berhasil menjadi supersub. Pemain yang memiliki kelincahan dan kemampuan mengolah si kulit bundar dengan baik itu, masuk ketika 18 menit sebelum pertandingan berakhir dan berhasil menciptakan gol indah ke gawang Stoke yang di jaga oleh Lee Grant.

Kemenangan setan merah harus sirna ketika blunder di lakukan oleh penjaga gawang David De Gea. Kurang sempurnanya tampakan yang di lakukan membuat kemelut di depan gawang MU dan berhasil di manfaatkan oleh Jonathan Walters menjadi gol penyeimbang pada menit 82. Pemain berkebangasaan Irlandia itu nampaknya benar-benar memukul publik Old Trafford.

Dominasi Pertandingan

manchester-united-vs-stoke-cityManchester United sangat berharap bisa meraih kemenangan pada pertandingan tersebut agar bisa mendongkrak posisinya di klasemen Liga Inggris. Jose Mourinho memberikan pernyataannya kepada media mengenai hasil dan domonasi pertandingan kepada media lokal disana. “Sebuah pertandingan yang sangat bagus. Kami berhasil mendomoniasi sepanjang waktu, lini tengah berhasil menekan pertahanan mereka dengan sangat bagus tapi kami kurang beruntung” jelas Mou.

Memiliki penguasaan bola mencapai 67% sepertinya tidak bisa menjadi sebuah jaminan bahwa setan merah akan memenangkan laga dengan mudah. Meskipun mendominasi laga yang di langsungkan pada tanggal 2 Oktober 2016 itu, nampaknya belum memberikan sebuah cetakan bagus bagi tim sebesar Manchester United.

United harus puas membagi skor 1-1 di saat genting untuk memberikan nilai tambah pada posisi mereka di klasemen. Pertandingan berjalan cukup menegangkan, beberapa kali serangan yang di bangun oleh Paul Pogba, Ander Herrera dan Blind dari lini tengah tidak berhasil di manfaatkan oleh Zlatan Ibrahimovic sebagai penyerang tunggal di barisan depan MU. Banyak sekali peluang yang di hasilkan anak asuh Jose Mourinho, tapi sangat di sayangkan hanya bisa di konfersi menjadi satu gol saja.

martial

Lini tengah Stoke City harus bekerja keras, karena merekalah barisan pertama yang harus menjaga permainan agar Pogba cs tidak bisa leluasa memainkan ritme pertandingan. Meskipun di serang habis-habisan oleh setan merah, bukan berarti Stoke tanpa peluang. Mengandalkan serangan-serangan balik yang cepat bebebrapa kali cukup merepotkan Chris Smalling.

Statistik Pertandingan

Setan merah berhasil menguasai bola lebih dari 50% atau tepatnya 67% sendangkan tim tamu hanya 33%. Gaya bermain menyerang di tambah mendapatkan dukungan penuh melalui suporter di Old Trafford, sudah seharusnya bisa mendominasi statistik pada malam itu.

Dilihat dari statistik pertandingan, Manchester United sangat unggul sekali. Bukan hanya dari penguasaan bola saja, melainkan peluang yang berhasil di ciptakan mencapai 10 peluang dan hanya berhasil di konfersi menjadi satu gol saja. Sedangkan tim tamu hanya menciptakan peluang sebanyak 5 kali melalui beberapa kali serangan balik dari kedua pemain sayap mereka.

Keinginan menang yang cukup kuat dari para pemain MU harus di bayar mahal karena tiga pemainnya harus mendapatkan 3 kartu kuning selama 90 menit jalannya pertandingan. Stoke sendiri bermain cukup bersih, tidak ada satupun pemain dari mereka yang di ganjar kartu kuning dan merah.